Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi. Tampilkan semua postingan

Kawanan Serigala Masuk Perkampungan Penduduk

Kabar adanya gerombolan serigala yang memasuki pemukiman penduduk di Desa Ngasem, Batealit, Jepara, meresahkan warga. Sampai pekan ini, usaha untuk memburu gerombolan serigala ini masih terus dilakukan. Bahkan Tim SAR Kabupaten Jepara mulai terlibat dalam perburuan ini.


Dalam dua minggu terakhir, warga Dukuh Sukodono, Desa Ngasem, masih terus berupaya dengan keras mencoba memburu serigala yang diketahui sudah memakan banyak hewan ternak. Relawan SAR Jepara, Patikawa, menyatakan, sudah hampir sepekan ini bersama warga melakukan patroli untuk melakukan penangkapan terhadap serigala liar yang kerap kali masuk ke perkampungan penduduk.

"Ada tujuh ekor serigala dalam satu kawanan yang selama ini muncul di pemukiman warga di Desa Ngasem tersebut. Sejauh ini masih terus diburu warga setempat," ujar Patikawa.

Masih menurut Patikawa, gerombolan serigala ini biasanya muncul pada jam 10.00 WIB dan tengah malam sekitar jam 24.00 WIB. Bentuk fisiknya hampir sebesar kambing etawa. Binatang ini memiliki moncong dan bertaring tajam, selain itu, mereka juga memiliki indera penglihatan dan penciuman yang sangat tajam.

Ada lima relawan SAR Jepara yang diterjunkan untuk memburu hewan ini bersama masyarakat Ngasem. Dengan menggunakan senapan angin, satu dari tujuh ekor serigala menurut Patikawa berhasil ditembak pada bagian rahangnya. Namun karena tidak langsung mati, kawanan itu lari ke semak - semak rerumputan dan menghilang sebelum sempat ditangkap.

"Sudah ada yang berhasil ditembak menggunakan senapan angin. Tapi karena memang badannya besar, kawanan itu masih berhasil melarikan diri," tambah Patikawa.

Sementara itu, Munawi, Ketua RT 28 RW III Ngasem, berharap keresahan warga bisa segera mendapatkan respon dari aparat terkait. Isu munculnya gerombolan serigala di kawasan pemukiman warga memang sudah bukan isapan jempol belaka. Beberapa ekor ternak sudah dimangsa, beberapa warga juga melihatnya. Beberapa warga mengakui takut jika suatu saat gerombolan serigala tersebut justru memangsa mereka.

"Kami berharap, pihak - pihak yang berwenang bisa mengambil tindakan atas kejadian ini. Warga sudah sangat resah mengingat serigala ini memiliki ukuran badan yang cukup besar. Bisa saja nanti warga yang akan diserang," ujar munawi.

Hantu Tanpa Kepala Di Tanah Mas

Lokasi singup yang satu ini, sebenarnya cukup ramai dilalui warga dan pengguna jalan di siang hari. Namun menjelang waktu tengah malam hingga dinihari, nyaris tak ada satupun yang berani melintas di tempat ini.


Wajar saja mengingat di ujung Jalan Kokrosono yang setiap pagi ramai penjual ikan ini banyak dikatakan orang angker. Jalan ini membentang mulai dari ujung Kali Semarang hingga Banjirkanal Barat, sekurangnya radius 300 meter.

Padahal jalan ini sejajar lurus dengan Jalan Arteri Yos Sudarso yang tetap ramai meski tengah malam. Jika siang hari, tempat ini dijadikan pasar ikan oleh pedagang sekitar. Namun banyak orang mengingatkan agar jangan sekali - kali berjalan sendiri di kawasan ini.

"Pernah ada orang ketakutan sampai terkencing - kencing saat melintas sendirian disitu. Katanya ia melihat sesosok mayat berjalan tanpa kepala. Wajar jika orang itu ketakutan setengah mati," tutur Hardiman, penjaga malam di kawasan perumahan Tanah Mas.

Ia sendiri mengaku tidak pernah melakukan patroli malam sendirian mendekati lokasi yang dimaksud. Paling banter, ia hanya berkeliling hingga embung kecil di ujung jalan Pasir Mas Raya lalu memutar kembali, selain juga karena diujung jalan itu juga telah dipasang portal.

Warga lain, Enrico menambahkan, lokasi itu sering dijadikan ajang uji nyali oleh beberapa pemuda. Menurutnya, lokasi yang cukup luas membentang, sangat menantang dijadikan kesempatan untuk menguji keberanian ia dan rekan - rekannya. Namanya juga anak muda, suka melakukan tindakan yang nyerempet - nyerempet bahaya. Apalagi jika sudah ditantang oleh teman - teman, pasti diiyakan tanpa peduli resikonya, tuturnya.

Diakuinya, selain melihat penampakan hantu berjalan tanpa kepala, ada beberapa penampakan lain yang memperlihatkan diri. Diantaranya adalah penampakan kuntilanak bergaun putih panjang, namun tidak memiliki raut wajah alias bermuka rata.


Selain itu juga banyak ditemui beberapa hewan jadi - jadian yang melintas di jalanan. Entah apa maksud dari hewan jadi - jadian ini menampakkan diri, apa sekedar untuk menakuti atau hanya ingin menunjukkan keberadaan mereka. "Yang jelas, kami mengakui jika lokasi itu sangat angker, terutama menjelang jam 01.00 WIB lebih. Jangan sekali - kali berjalan sendiri di tempat itu," pintanya.

Bayi Imut Ditinggalkan Ibu Bertato Mawar

Malang nian nasib bayi imut ini. Dia ditinggalkan begitu saja oleh ibunya. Kini, bayi laki - laki dengan berat 2,55 kilogram dan panjang 47 sentimeter itu masih dirawat di Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin Soegijapranata, Jalan Puspowarno Raya, Semarang Barat.


Sementara sang ibu, seorang perempuan muda dengan tato gambar bunga mawar dan sebuah tulisan "Tyas" di kaki sebelah kanannya, pergi tanpa pamit dari rumah bersalin. Perempuan muda itu hanya meninggalkan sepotong nama, yaitu Ika dan sebuah alamat, yang belakangan diketahui ternyata palsu.

Salah seorang perawat Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin Soegijapranata menceritakan, perempuan itu datang ke rumah bersalin, Jumat (30/3) sekitar pukul 00.45 WIB. "Saat itu dia masuk ke rumah bersalin seorang diri. Kami tidak tahu, apakah diluar ada orang yang mengantar atau tidak. Perempuan yang dalam kondisi hamil tua itu mengaku bila suaminya sedang bertugas di luar kota," kata perawat itu, Selasa (3/4) kemarin.

Dia menjelaskan, perempuan itu mengaku bernama Ika dan menyebutkan suaminya atas nama Adi. Saat ditanya perawat, Ika mengatakan bila alamat rumahnya berada di Jalan Gedungbatu Timur II/5, Semarang Barat.

Setelah dirawat sekitar 24 jam, perempuan itu melalui proses persalinan normal kemudian melahirkan anak laki - laki, pada Sabtu (31/3) sekitar pukul 01.05 WIB. Proses persalinan dibantu oleh bidan Martina Puspaningtyas.

"Suami atau kerabatnya tak ada yang menunggui saat proses persalinan. Namun ada dua perempuan dan seorang lelaki yang sempat menjenguk ke rumah sakit usai pasien itu melahirkan," kata perawat itu.

Perawat itu mengungkapkan, bayi yang dalam kondisi sehat itu kemudian mendapatkan perawatan normal. Pada Sabtu (31/3) sekitar pukul 19.00, ibu bayi itu diketahui menghilang begitu saja dari rumah sakit.

Sejumlah petugas rumah bersalin pun kebingungan. Lantas, mereka mencari pasien itu ke alamat rumah sesuai dengan yang tertera dalam catatan buku registrasi. Namun, setelah sampai pada alamat tersebut ternyata tidak ada orang atas nama pasien tersebut atau alamat itu palsu.

Kami juga mencari tahu ke seorang bidan di daerah Pamularsih yang merawat pasien itu selama proses persalinan. Namun hasilnya juga nihil, pasien itu tak mencantumkan jelas alamatnya," ujarnya. Menurut perawat itu, ciri - ciri ibu bayi tersebut yakni berbadan gemuk, kulit warna hitam, dan pendek.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Agustinus B Pangaribuan menyatakan, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. "Kami masih mencari tahu identitas dan keberadaan ibu bayi tersebut. Untuk sementara ini bayi itu kami titipkan kepada rumah bersalin tersebut," kata Agustinus Pangaribuan.

Atasi Titip Absen Dengan Sidik Jari

"Registrasi finggerprint, selamat tinggal kebiasaan titip absen", begitu bunyi tweet dengan akun @erik3adi, salah satu mahasiswa Fisipol, Universitas Gadjah Mada (UGM) di situs jejaring sosial Twitter, bulan lalu. Fisipol, UGM memang sudah menerapkan absensi menggunakan sidik jari 'finggerprint' bagi mahasiswa, dosen maupun karyawannya.


Umumnya, absensi untuk mengetahui kehadiran mahasiswa , berupa tanda tangan pada lembar absensi yang diedarkan dengan sistem putar. Mereka yang mengisi tanda tangan bisa diartikan hadir atau mengikuti proses perkuliahan yang tengah berlangsung. Penggunaan tanda tangan sebenarnya dimaksudkan untuk menghindari kecurangan. Namun, kenyataannya titip absen terus berlangsung.

Memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin pesat, Fisipol, UGM telah beralih menggunakan sidik jari dalam absensi kehadiran kuliah. Sistem ini juga terintegrasi dalam Sistem Informasi Akademik (SIA) UGM. Dengan sidik jari, absensi menjadi sistem yang cepat dan memiliki nilai lebih karena orang tua dapat mengontrol kehadiran anaknya.

Alat pindai sidik jari kini sudah diletakkan di ruang kelas kuliah. Untuk saat ini masa percobaan absensi sidik jari sudah dilakukan untuk mahasiswa Strata 1 (S1). "Dengan memakai finggerprint, dapat memperoleh data yang akurat dan data langsung masuk ke SIA akademik Fakultas," Jelas Asep Wahyudin Purnomo SKom, Koordinator Software Development System, Fisipol UGM.

Kebutuhan data kehadiran mahasiswa yang akurat karena menjadi penting sebagai basis data penerapan kebijakan 75% kehadiran mahasiswa dalam perkuliahan. Kelebihan lainnya adalah menghemat kertas, efisiensi waktu dalam memasukan data absensi mahasiswa dan dosen.

Keberadaan finggerprint ini mendapat sambutan cukup hangat dari dosen. Keberadaan absensi sidik jari diharapkan mampu melatih kejujuran mahasiswa. Sebab tidak ada lagi ruang untuk praktek titip absen di kelas.

"Finggerprint melatih kedisiplinan mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran di kelas dan dosen juga disiplin dalam mengajar," jelas Hempri Suyatna SSos Msi, dosen Jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSDK) Fisipol, UGM.

Hal senada disampaikan Wahyu Budi Nugroho, Asisten Peneliti Jurusan Sosiologi, yang mengatakan absensi sidik jari dapat melatih karakter mahasiswa. Praktek titip absen, merupakan bentuk korupsi di kalangan mahasiswa. "Banyak mahasiswa mulai belajar korupsi dengan melakukan titip tanda tangan. Selama ini mahasiswa Indonesia masih malas, jadi masih perlu dipaksa belajar lewat aturan 75% absensi. Finggerprint merupakan salah satu sarana biar tidak bisa curang," ujarnya.

Kritikan terhadap penerapan kebijakan ini muncul dari mahasiswa. "Dari pada finggerprint, urgensi masalah lain masih ada misalnya yang lebih berguna pada mahasiswa yakni koleksi buku perpustakaan yang lebih penting supaya bisa memperbanyak buku kontemporer," jelas Dwi Setyowati, Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan, Fisipol, UGM.

Senada dengan Dwi Setyowati, Putri Indah Nurani menilai, penerapan absensi sidik jari ini menunjukkan ketidakpercayaan fakultas terhadap mahasiswa. Hal yang berbeda dialami Siti Robiah, Mahasiswa Ilmu Politik dan Pemerintahan ini mengaku bahwa setuju dengan absensi sidik jari agar teman - teman tidak hanya titip tanda tangan, jelasnya.

100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah

Berikut ini adalah daftar nama 100 orang yang memiliki pengaruh yang besar di dunia yang pernah tercatat di dalam sejarah. Sumber diambil dari sebuah buku yang berjudul "The 100, a Ranking of The Most Influential Persons in History" karya Michel H. Hart, terbit 1978, Hart Publishing Company, Inc., New York.


1. Nabi Muhammad
2. Isaac Newton
3. Yesus
4. Siddhartha Gautama (Buddha)
5. Kong Hu Cu
6. Santo Paulus
7. Ts'ai Lun
8. Johann Gutenberg
9. Christopher Columbus
10. Albert Einstein
11. Karl Max
12. Louis Pasteur
13. Galileo Galilei
14. Aristoteles
15. Lenin
16. Nabi Musa
17. Charles Darwin
18. Shih Huang Ti
19. Augustus Caesar
20. Mao Tse-Tung
21. Jenghis Khan
22. Euclid
23. Marthin Luther
24. Nicolaus Copernicus
25. James Watt
26. Constantine Yang Agung
27. George Washington
28. Michael Farady
29. James Clerk Maxwell
30. Orville Wright & Wilbur Wright
31. Antonie Laurent Lavoisier
32. Sigmund Freud
33. Alexander Yang Agung
34. Napoleon Bonaparte
35. Adolf Hitler
36. William Shakespeare
37. Adam Smith
38. Thomas Edison
39. Antony Van Leeuwenhoek
40. Plato
41. Guglielmo Marconi
42. Ludwig Van Beethoven
43. Werner Heisenberg
44. Alexander Graham Bell
45. Alexander Fleming
46. Simon Boliviar
47. Oliver Cromwell
48. Jhon Locke
49. Michelangelo
50. Pope Urban II

-------------

51. Umar Ibn Al-Khattab
52. Asoka
53. St. Augustine
54. Max Planck
55. Jhon Calvin
56. William T.G. Morton
57. William Harvey
58. Antonie Henri Becquerel
59. Gregor Mendel
60. Joseph Lister
61. Nikolaus August Otto
62. Louis Daguerre
63. Joseph Stalin
64. Rene Descartes
65. Julius Caesar
66. Franscisco Pizzaro
67. Hernando Cortes
68. Ratu Isabella I
69. William Sang Penakluk
70. Thomas Jefferson
71. Jean Jacques Rousseau
72. Edward Jenner
73. Wilhelm Conrad Rontgen
74. Johann Sebastian Bach
75. Lao Tse
76. Enrico Fermi
77. Thomas Malthus
78. Francis Barcon
79. Voltaire
80. John F. Kennedy
81. Gregory Pincus
82. Sui Wen Ti
83. Mani
84. Vasco Da Gama
85. Charlemagne
86. Cyrus Yang Agung
87. Leonhard Euler
88. Niccolo Machiavelli
89. Zoroaster
90. Menes
91. Peter Yang Agung
92. Meng - Tse (Mencius)
93. Jhon Dalton
94. Homer
95. Ratu Elisabeth I
96. Justinian I
97. Johannes Kepler
98. Pablo Picasso
99. Mahavira
100. Niels Bohr

Penjambret Dihakimi Massa, Motor Dibakar dan Dipajang

Nasib apes dialami dua penjambret di komplek pasar Kejobong, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga, Jumat (30/3) siang. Mereka dihakimi massa hingga babak belur dan sepeda motor Vision B 3238 NRH yang digunakan untuk aksi kejahatan itupun dibakar hingga hangus, lalu dipajang di atap sebuah toko di komplek Pasar Kejobong.


Dua penjambret itu adalah Solekhan (36), warga  RT 4 RW 4 Desa Sumberan, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang dan Mistoyo (31), warga RT 3 RW 8 Desa Sumingkir, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga. Aksi nekad kedua penjambret itu dimulai saat mereka beraksi di depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Jumat (30/3) sekitar pukul 12.00. Mereka menjambret sebuah kalung emas seberat tiga gram milik seorang perempuan tua di tempat itu. Jambret itu kabur ke arah Kecamatan Kejobong. Mereka lalu dikejar oleh salah satu warga, Wiwit (35).

Sesampai di Pasar Kejobong, motor penjambret itu ditendang oleh si pengejar, hingga jatuh terjerembab. "Dengan sekuat tenaga saya tendang mereka, hingga sepeda motor yang dinaiki kedua pelaku jatuh," ungkap Wiwit. Ketika motor kedua pelaku penjambretan itu terjatuh, kondisi pasar waktu itu sedang sangat ramai. Tahu itu penjambret, warga pun lalu ikut - ikutan menghajar kedua pelaku penjambretan tersebut.

Saat ini, warga di komplek pasar kejobong memang sedang geram, menyusul aksi kejahatan yang terjadi secara beruntun belakangan ini. Sebab, pekan lalu terjadi aksi perampokan dua toko emas di komplek pasar kejobong dan sebelumnya terjadi aksi pencurian sepeda motor. Namun para pelaku belum terungkap, sehingga warga meluapkan amarahnya ketika ada penjambret yang tertangkap.

Motor penjambret pun dibakar massa di simpang tiga pasar kejobong hingga hangus. Tidak puas dengan membakar sepeda motor, bangkai sepeda motor yang sudah hangus tersebut diangkat dan dipajang diatas sebuah toko yang terletak di depan pertigaan pasar. Secara beramai - ramai motor diangkat dan diikat dengan kawat. Sedangkan polisi yang datang segera mengamankan kedua penjambret tersebut dan segera membawanya Ke RSUD Goetheng Tarunadibrata.

Demonstran Dan Aparat Sebaiknya Tidak Anarkis

Bisa dipastikan, dalam beberapa hari kedepan ini aksi - aksi masih akan terus terjadi di berbagai penjuru negeri. Temanya pun masih sentral, yakni soal penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bisa diperkirakan pula, aparat keamanan bakal semakin disiagakan untuk menghadapi segala kemungkinan, yakni eskalasi aksi demo yang menjurus anarkis.


Kita semua tentu berharap, dimanapun dan siapapun yang melakukan demonstrasi, mampu menahan diri untuk tidak melakukan tindakan - tindakan diluar batas dan melanggar hukum. Bukan saja kepada para demonstran, kita juga berharap agar aparat keamanan yang diterjunkan di lapangan tidak mudah terpancing emosi serta mampu mengedepankan tindakan yang bersifat persuasif.

Kita menyayangkan dalam beberapa hari terakhir ini, baik para demonstran maupun aparat keamanan begitu mudah terpancing, sehingga sering terjadi bentrok atau baku hantam. Ada demonstran yang menyerbu restoran cepat saji, merusak atau membakar mobil pelat merah, bahkan menyegel SPBU. Aparat keamananpun banyak yang bertindak brutal terhadap mahasiswa yang berdemo. Bahkan tidak sedikit yang memperlakukan para demonstran seperti penjahat atau teroris. Korbannya bukan hanya demonstran, tetapi juga wartawan yang meliput aksi demo. Tindakan merampas kamera atau hasil rekaman wartawan jelas merupakan pelanggaran hukum. Tindakan itu termasuk menghalang - halangi kerja wartawan dalam mencari berita atau informasi.

Kita berharap para pemimpin atau petinggi Polri mampu mendisiplinkan aparatnya di lapangan yang bertindak diluar batas atau kepatutan. Mereka perlu dibekali dengan pemahaman dan pengetahuan soal psikologi dan aspek - aspek hukum. Memang bisa saja mereka berkilah terpancing emosi atau melakukan kekhilafan sebagai manusia. Namun harus disadari bahwa yang dihadapi adalah anak - anak bangsa sendiri yang sedang memperjuangkan aspirasi dan nasib rakyat kecil lewat aksi parlemen jalanan. Para mahasiswa yang turun ke jalan bertujuan mengingatkan pemerintah, bahwa kebijakan yang hanya diambil dari sudut kepentingan penyelenggara negara bisa semakin menyengsarakan rakyat kecil.

Kita berharap, para demonstran dalam memperjuangkan kepentingan rakyat tidak terjebak dalam aksi - aksi yang anarkis, melanggar hukum dan bertindak diluar kepatutan. Oleh karena itu, para mahasiswa dan buruh harus senantiasa waspada. Jangan mudah terpancing atau terprovokasi oleh siapapun, termasuk aparat keamanan yang mestinya hanya bertugas mengamankan dan menjaga ketertiban. Perjuangan mahasiswa harus dilakukan bukan hanya lewat aksi - aksi parlemen jalanan, tetapi juga dengan cara - cara elegan dan lebih mengedepankan intelektualitas. Misalnya dengan berdialog, beradu argumen dan mencari solusi terbaik terhadap suatu masalah. Hukum pun menjamin hak untuk berkumpul dan menyatakan pendapat. Tapi ingat, jangan sampai anarkis dan melanggar hukum.

Mata Pelajaran Pendidikan Anti Korupsi

Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kepmendikbud) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mencanangkan pendidikan anti korupsi di setiap jenjang pendidikan mulai tahun ajaran baru 2012 / 2013, pada Juli mendatang.


Menurut Muhammad Nuh, pendidikan anti korupsi tidak bisa ditawar lagi dan mulai tahun ajaran baru pada Juli nanti, secara serentak akan diberlakukan di seluruh lembaga pendidikan dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini berdasarkan fakta bahwa Kepmendikbud bersama KPK telah menandatangani nota kesepahaman bersama (MoU) tentang kebijakan pendidikan anti korupsi.

Pendidikan anti korupsi merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses belaja mengajar yang kritis terhadap nilai - nilai anti korupsi. Pendidikan anti korupsi tidak hanya sebagai media untuk mentransformasikan pengetahuan (kognitif), akan tetapi juga untuk menekankan pada upaya pembentukan (afektif) dan kesadaran moral dalam melawan segala bentuk perilaku menyimpang, khususnya korupsi.

Program pendidikan ini bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang bermoral baik dan berperilaku anti koruptif. Sebab, dengan begitu maka mereka akan terhindar dari berbagai macam sikap dan perilaku koruptif. Bahkan, ketika mendengar korupsi saja mereka sudah alergi.

Jika kita perhatikan bersama, pendidikan yang akan diterapkan oleh Kepmendikbud mempunyai tujuan yang sangat baik bagi masa depan bangsa dan negara. Kita patut memberikan apresiasi yang lebih terhadap hal itu. Pendidikan ini diharapkan bisa menjadi solusi yang tepat untuk memberantas kasus korupsi.

Namun, perlu kita ketahui bersama, bahwasanya setiap lembaga pendidikan pasti mengajarkan pendidikan moral / agama yang lebih menekankan moralitas religius. Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga menengah ke atas kita semua sudah dijejali dengan pendidikan akhlak. Selain itu, sekolah - sekolah juga mengajarkan pendidikan kewarganegaraan yang mempelajari tentang tata cara dan etika yang benar dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Bahkan dalam pendidikan ini, para murid juga sudah dikenalkan berbagai macam undang - undang negara yang bisa dijadikan sebagai pedoman dan pandangan hidup.

Jika kita telaah bersama, tentunya materi - materi yang diberikan sekolah - sekolah ssudah cukup mewakili untuk membentuk karakter para muridnya. Semua itu tergantung pihak - pihak yang mengelola sekolah tersebut. Apabila mereka mampu mengatur dan mensiasatinya dengan baik, maka hasilnya juga akan baik, demikian pula sebaliknya. Namun pada kenyataannya, pendidikan yang diajarkan sekolah - sekolah belum berhasil dengan maksimal, hanya sebagian saja. Sebab, setelah dihadapkan dengan dunia pekerjaan, banyak diantara mereka yang kehilangan moral positifnya. Akibatnya, segala tindakan dan perilakunya tidak terkontrol dengan baik.

Jadi, apabila Kepmendikbud tetap bersikukuh untuk menerapkan gagasannya, maka hal itu hanya "sia - sia". Apalagi, pendidikan anti korupsi akan diterapkan sebagai kurikulum wajib. Maka hal itu bisa saja menjadi beban bagi para pelajar. Sebab, untuk menhadapai mata pelajaran yang termasuk dalam ujian nasional saja, mereka sudah kebingungan. Apapun pendidikan itu, akan tetapi pihak yang mengelola lembaga pendidikan tidak bisa berperan dengan baik, maka hal itu percuma saja.

Dari berbagai uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pendidikan anti korupsi kurang efektif apabila diterapkan di sekolah - sekolah. Oleh sebab itu, Kepmendikbud perlu melakukan kajian ulang yang lebih dalam terhadap gagasannya tersebut sebelum diterapkan. Masih banyak hal lebih penting yang harus dilakukan.

Jika kita melihat realita yang terjadi, korupsi sudah termasuk dalam "extra ordinary crime" (kejahatan luar biasa). Korupsi sudah menjadi budaya dan makanan keseharian bagi para pejabat negara sehingga sulit untuk diberantas. Saat ini, korupsi tidak hanya ada di pemerintahan, tetapi sudah terjadi di berbagai lini, termasuk di lembaga pendidikan.

Tidak bisa dipungkiri lagi, bahwasanya dana yang digunakan untuk pembangunan sekolah telah banyak dikorupsi. Salah satu contohnya adalah penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sudah bukan rahasia lagi, pelaksanaan dana BOS telah banyak diselewengkan karena memberi kesempatan bagi kepala sekolah maupun para guru untuk melakukan korupsi. Sehingga, hal ini akan muncul anggapan bahwa dana untuk pendidikan anti korupsi bisa saja dikorupsi oleh mereka.

Maka dari itu, alangkah baiknya jika diberantas lebih dulu para koruptornya. Setelah itu, barulah pendidikan anti korupsi direalisasikan. Perlu formulasi yang tepat dan akurat untuk melaksanakannya. Akan lebih efektif jika pendidikan anti korupsi ini diberikan terlebih dahulu kepada para pendidik. Sebab, masih banyak guru di Indonesia yang melakukan korupsi. Dengan demikian, maka mereka akan mengetahui berbagai jenis korupsi dan hukumannya. Sehingga, mereka akan terhindar dari tindakan dan perilaku koruptif. Sebab, lembaga pendidikan tidak akan mengalami kemajuan jika masih dihuni oleh para koruptor.

Menurut Frans Magnes Suseno, "Ada tiga sikap moral fundamental yang dapat menghindarkan seseorang dari tindakan korupsi. Yaitu kejujuran, keadilan dan tanggung jawab". Ketiga sikap inilah yang akan melahirkan generasi yang baik, sehingga bisa dijadikan bekal ketika mereka memegang jabatan / kekuasaan.

Dari perkataan tersebut, secara jelas menunjukkan bahwa seorang guru harus memiliki sikap yang jujur, adil dan bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya. Sebab, jarang sekali guru yang memiliki karakter seperti itu.

Ayah dan Anak Tersambar Petir Di Belakang Rumah

Nasib naas dialami Kauzan (65) warga Desa Kepuk, RT 04 / RW 01, Kecamatan Kota Jepara. Selasa (27/3) sore, Kauzan tewas seketika disambar petir ketika sedang menemani anaknya menimba air di sumur yang berada di belakang rumahnya.


Beruntung, dalam kejadian tersebut, anak korban, Rohmadi (15) yang saat itu berada di dekat bapaknya selamat dan hanya mengalami luka bakar walau sempat pingsan beberapa saat. Istri korban, Sudarmi (60) tak henti - henti menangis meratapi nasib tragis yang menimpa suaminya.

Keterangan yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, sore itu ketika kedua korban berada di sumur belakang rumahnya cuaca sedang gerimis. Kedua korban waktu itu sedang menimba air untuk mengisi bak mandi.

Namun, tanpa diduga tiba - tiba terdengar suara petir menggelegar. Saat bersamaan, mereka terkapar akibat petir yang menyambar. Istri korban yang mendengar suara petir di belakang rumahnya bergegas mendatanginya.

Betapa kagetnya, ketika melihat ke arah sumur ternyata suami dan anaknya sudah tergeletak. Takut terjadi sesuatu, Sudarmi berteriak minta tolong. Tidak berselang lama, beberapa tetangganya berdatangan menggotong dua korban ke dalam rumah.

Setelah diperiksa, ternyata Kauzan sudah meninggal dengan luka bakar di bagian punggung dan pantat. Sedangkan Rohmadi hanya mengalami luka bakar pada bagian pantat dan sempat pingsan beberapa saat.

Petugas medis dari puskesmas setempat yang melakukan pemeriksaan, menyatakan Kauzan meninggal akibat disambar petir. Sedangkan Rohmadi akhirnya siuman setelah dilakukan pertolongan.

"Saya tidak mengira suami saya akan meninggal dengan cara seperti ini. Sebenarnya ia hanya menemani anaknya yang akan mengisi bak mandi," terang Sudarmi sedih.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan petugas kepolisian, sore itu juga jasad korban dimakamkan di pemakaman desa setempat. Akibat sambaran petir yang menewaskan Kauzan ini, pohon pisang yang ada disamping kamar mandi roboh.

Pelajar Gantung Diri Karena Tidak Dibuatkan Sarapan Pagi

Warga Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, Rabu (28/3) pagi, geger. Seorang warga setempat, Wahyu Saputra, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya. Diduga kuat, pelajar kelas 3 SMP tersebut nekat melakukan gantung diri karena tidak dibuatkan sarapan oleh orang tuanya.


Informasi menyebutkan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh ayah korban, Mrajak (60). Ketika itu, sekitar pukul 07.30 WIB, saksi kebingungan mencari korban yang tak kelihatan batang hidungnya setelah beberapa saat sebelumnya sempat meminta dibuatkan sarapan oleh ibunya, Sadiyem (55).

Penasaran dengan hal tersebut, saksi mencoba mencari di rumah teman dekatnya. Karena tidak ditemukan, saksi kemudian menghubungi ponsel milik korban. Meski tersambung, namun tidak diangkat oleh korban.

Hal tersebut membuat saksi semakin curiga yang kemudian pulang untuk melakukan pengecekan di rumah. Sesampainya di rumah, saksi langsung melakukan pengecekan di tempat korban biasa tidur. Dan ternyata benar, ruangan tersebut dalam keadaan terkunci dari dalam.

"Bersama warga, saksi kemudian mendobrak pintu tersebut dan menemukan korban sudah dalam keadaan tewas gantung diri," ujar Kapolsek Trucuk AKP Teguh Yuwono mewakili Kapolres Klaten AKBP Kalingga Rendra Raharja.

Tak lama kemudian, imbuh AKP Teguh, dia dan beberapa anggotanya tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan saksi. Tak ingin kecolongan, aparat juga mendatangkan dokter dari puskesmas setempat untuk melakukan visum terhadap korban.

"Hasil olah TKP dan visum tidak ditemukan adanya tanda mencurigakan maupun adanya penganiayaan," tambah AKP Teguh.

Hal senada juga diungkapkan beberapa saksi yang berada di lokasi kejadian yang mengatakan niat korban bunuh diri sudah berulang kali dilakukan. Namun selama ini, aksi tersebut berhasil digagalkan. Yang terakhir, korban berusaha bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke dalam sumur.

"Tidak ada yang tahu latar belakangnya apa, kemungkinan karena tidak dibikinkan sarapan oleh orang tuanya. Mungkin kagol karena nasi dan lauknya belum matang dan dia keburu berangkat sekolah mas," kata Samidi (53) seorang tetangga korban.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgZ7-ZcEYG-P4aNmSG1zaF1Rs1yYMT_2fQB53sH7mdVW53C3_-TdZECK0ZW9hcasnS9RmPqclTYe1j3XirMZjoQACFZH1PNRuEzUOAW4H5EN_NfPzS_viRXtXq_JBRO4gN0sOUFakmMo8/s1600/ads-160x600.gif